
Bagi banyak orang, istilah apa itu saham sering terdengar, tetapi tidak semua benar-benar memahami maknanya. Saham merupakan salah satu instrumen investasi paling populer di dunia keuangan modern. Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau institusi terhadap suatu perusahaan. Jadi, ketika seseorang membeli saham, ia sebenarnya sedang membeli sebagian kepemilikan dari perusahaan tersebut.
Dengan memiliki saham, investor berhak mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan atau dividen, serta potensi keuntungan dari kenaikan harga saham. Saham diterbitkan oleh perusahaan yang telah go public atau terdaftar di bursa efek. Jadi, memahami apa itu saham bukan hanya tentang mengenali bentuk investasinya, tetapi juga mengetahui hak dan tanggung jawab yang menyertainya.
Saham terbagi ke dalam beberapa jenis dengan karakteristik dan fungsi berbeda. Beberapa di antaranya adalah saham biasa, saham preferen, saham treasury, dan saham warrant. Setiap jenis saham memiliki keunggulan dan tujuan tertentu bagi perusahaan maupun investor. Untuk memahami lebih dalam mengenai apa itu saham, penting juga mengenal ketiga jenis saham tersebut.
Baca juga: Mengenal Saham Syariah, Investasi yang Sesuai Prinsip Islam
Beberapa Jenis Saham yang Perlu Diketahui
1. Apa Itu Saham Preferen
Salah satu jenis saham yang cukup populer di kalangan investor institusional adalah saham preferen. Untuk memahami apa itu saham preferen, perlu diketahui bahwa jenis saham ini memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
Saham preferen biasanya menawarkan prioritas dalam pembagian dividen. Artinya, pemegang saham preferen akan menerima dividen terlebih dahulu sebelum dividen dibagikan kepada pemegang saham biasa. Selain itu, dalam kasus perusahaan mengalami likuidasi, pemegang saham preferen juga memiliki hak klaim lebih dahulu terhadap aset perusahaan.
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Meskipun saham preferen memberikan hak istimewa, pemegang saham jenis ini biasanya tidak memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham. Berbeda dengan pemegang saham biasa yang memiliki hak suara untuk ikut menentukan arah kebijakan perusahaan.
Secara umum, apa itu saham preferen bisa dipahami sebagai saham yang menggabungkan karakteristik antara saham dan obligasi. Saham ini cocok bagi investor yang menginginkan pendapatan stabil dari dividen, namun tidak terlalu menuntut hak suara dalam perusahaan.
2. Apa Itu Saham Treasury?
Berikutnya, untuk memahami apa itu saham treasury, kita perlu melihat dari sisi perusahaan penerbit saham. Saham treasury atau saham treasuri adalah saham yang pernah beredar di pasar, namun kemudian dibeli kembali oleh perusahaan penerbitnya. Saham ini pada dasarnya adalah saham milik perusahaan sendiri yang sebelumnya telah dijual kepada publik.
Pembelian kembali saham oleh perusahaan dilakukan untuk berbagai tujuan. Beberapa di antaranya adalah untuk meningkatkan nilai saham yang beredar, menstabilkan harga saham di pasar, atau digunakan sebagai kompensasi bagi karyawan melalui program kepemilikan saham.
Saham treasury tidak memiliki hak suara dan tidak berhak atas dividen. Dengan kata lain, saham ini dianggap “tidak aktif” selama berada di tangan perusahaan. Namun, perusahaan tetap dapat menjual kembali saham treasury tersebut ke pasar jika memerlukan tambahan modal.
Memahami apa itu saham treasury penting bagi investor karena langkah buyback yang dilakukan perusahaan seringkali menjadi sinyal positif. Buyback dapat diartikan bahwa perusahaan memiliki kepercayaan terhadap nilai fundamentalnya, sehingga membeli kembali sahamnya sendiri untuk menjaga harga di pasar tetap stabil.
Baca juga: Cara Tepat Memahami Belajar Saham bagi Investor Pemula
3, Apa Itu Saham Warrant?
Selain dua jenis saham sebelumnya, investor juga perlu memahami apa itu saham warrant. Saham warrant adalah surat berharga yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
Saham warrant biasanya diterbitkan bersamaan dengan saham biasa atau obligasi sebagai insentif tambahan bagi investor. Dengan memiliki warrant, investor memiliki kesempatan untuk membeli saham di masa depan dengan harga yang telah ditentukan, yang seringkali lebih rendah dari harga pasar saat itu.
Sebagai contoh, jika harga pasar saham perusahaan meningkat, pemegang warrant dapat menebusnya dengan harga lebih murah, lalu menjual saham tersebut dengan harga pasar dan memperoleh keuntungan. Namun, jika harga saham turun di bawah harga tebus warrant, maka warrant tersebut menjadi tidak bernilai.
Memahami apa itu saham warrant juga membantu investor dalam menilai risiko dan peluang investasi. Warrant bisa menjadi instrumen menarik karena menawarkan potensi keuntungan besar, tetapi juga memiliki risiko tinggi karena nilainya sangat bergantung pada pergerakan harga saham induk.
Kesimpulan
Setelah memahami apa itu saham preferen, apa itu saham treasury, dan apa itu saham warrant, penting juga melihat perbedaannya. Ketiga jenis saham tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda dalam ekosistem pasar modal.
Saham preferen lebih menekankan pada stabilitas pendapatan melalui dividen tetap, sedangkan saham treasury berkaitan dengan strategi korporasi untuk mengelola modal dan harga saham. Di sisi lain, saham warrant lebih bersifat sebagai instrumen turunan yang memberikan kesempatan bagi investor untuk membeli saham dengan harga tertentu di masa depan.
Meskipun berbeda, ketiganya tetap berhubungan erat dengan konsep dasar apa itu saham, yaitu representasi kepemilikan terhadap perusahaan. Dengan mengenali perbedaan dan manfaat masing-masing, investor dapat menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.
Baca juga: Prinsip investasi ala Warren Buffett