
Pasar modal menjadi tempat bagi banyak investor untuk membangun kekayaan jangka panjang, dan salah satu instrumen yang paling diminati adalah saham dividen. Instrumen ini menawarkan potensi keuntungan yang stabil melalui pembagian hasil laba perusahaan, sehingga menarik bagi investor yang mengutamakan pendapatan pasif sekaligus pertumbuhan nilai aset.
Popularitas saham dividen terus meningkat karena banyak investor melihatnya sebagai aset yang mampu memberikan imbal hasil meskipun pasar sedang berfluktuasi. Selain itu, dividen sering menjadi sumber pasif income yang dapat diandalkan, terutama bagi investor jangka panjang yang ingin menciptakan arus kas stabil dari portofolionya.
Apa Itu Saham Dividen?
Saham dividen adalah jenis saham yang memberikan pembagian laba secara rutin kepada pemegang saham. Pembagian laba tersebut berasal dari keuntungan perusahaan yang dialokasikan untuk pemegang saham sesuai dengan jumlah kepemilikan. Bagi banyak investor, saham seperti ini menjadi pilihan karena menawarkan kombinasi antara potensi capital gain dan aliran pendapatan yang lebih konsisten.
Salah satu ciri utama saham dividen adalah stabilitas perusahaan yang menerbitkannya. Biasanya, perusahaan yang mampu membagikan dividen secara konsisten adalah perusahaan matang dengan arus kas yang kuat. Mereka tidak lagi agresif dalam ekspansi, sehingga sebagian laba dapat dialokasikan untuk pemegang saham. Hal ini membuat saham dividen digemari oleh investor yang fokus pada pendapatan jangka panjang.
Keunggulan memiliki saham dividen meliputi potensi pendapatan rutin, perlindungan dari volatilitas pasar, dan potensi kenaikan harga saham. Investor dapat memperoleh dua sumber keuntungan sekaligus, yaitu dividen tunai dan peningkatan nilai saham jika perusahaan bertumbuh. Kombinasi ini memberi nilai tambah bagi mereka yang ingin menjaga stabilitas portofolio.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Saham Preferen
Kapan Pembagian Dividen Saham?
1. Tahapan Penentuan dan Pembagian Dividen
Pembagian dividen pada saham dividen tidak sembarangan, melainkan mengikuti tahapan resmi yang ditetapkan perusahaan. Proses ini biasanya dimulai dari pengumuman atau dividend declaration date, yaitu tanggal ketika perusahaan menyatakan akan membagikan dividen. Pada tahap ini, jumlah dividen per lembar dan jadwal pembagian mulai diumumkan.
Selanjutnya terdapat cum date, yakni batas waktu bagi investor untuk membeli saham agar berhak menerima dividen. Setelah lewat cum date, terdapat ex date, yaitu hari pertama ketika saham diperdagangkan tanpa hak dividen. Di sinilah banyak investor sering salah perhitungan, karena membeli saham pada waktu yang salah bisa membuat mereka tidak memperoleh hak dividen.
2. Waktu Penerimaan Dividen oleh Investor
Setelah melewati ex date, terdapat tanggal pencatatan atau record date, yaitu waktu ketika perusahaan mencatat siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen. Tahap terakhir adalah payment date, yaitu saat dividen benar-benar dibayarkan kepada investor. Semua rangkaian ini perlu dipahami agar investor bisa memaksimalkan manfaat dari memiliki saham dividen.
3. Frekuensi Pembagian Dividen
Pembagian dividen dari saham dividen biasanya dilakukan setahun sekali setelah tutup buku, namun beberapa emiten membagikannya dua kali dalam setahun melalui dividen interim dan final. Keputusan frekuensi ini sepenuhnya bergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi keuangan mereka dalam satu tahun berjalan.
Baca juga: Strategi Efektif Mengatur Keuangan Pribadi
Bagaimana Cara Mendapatkan Dividen Saham?
1. Memilih Emiten yang Konsisten Membagikan Dividen
Untuk mendapatkan keuntungan dari saham dividen, langkah pertama adalah memilih perusahaan yang memiliki rekam jejak pembagian dividen yang stabil. Investor bisa menilai laporan keuangan, riwayat dividen lima hingga sepuluh tahun terakhir, dan tingkat kesehatan bisnis. Emiten dengan arus kas positif secara konsisten biasanya lebih rutin dalam mempertahankan pembagian dividen.
2. Memahami Jadwal Dividen
Mengetahui jadwal dividen menjadi kunci penting agar investor tidak kehilangan haknya. Tanggal-tanggal seperti cum date dan ex date harus diperhatikan. Membeli saham dividen sebelum cum date merupakan syarat mutlak bagi investor yang ingin menerima dividen. Kesalahan dalam membaca jadwal dapat membuat investor kehilangan potensi pendapatan.
3. Membeli Saham dan Menyimpannya Hingga Record Date
Cara untuk mendapatkan dividen berikutnya adalah memastikan investor tetap memegang saham hingga record date. Setelah itu, dividen akan masuk ke rekening dana nasabah pada saat payment date. Prosesnya terbilang sederhana, tetapi pemahaman tentang alur pembagian dividen adalah faktor yang membedakan investor pemula dan investor yang sudah berpengalaman.
4. Strategi Meningkatkan Keuntungan dari Dividen
Selain memilih saham yang tepat, investor bisa menambah keuntungan dengan mengkombinasikan strategi pembelian jangka panjang. Dengan menahan saham dividen dalam jangka waktu lama, investor tidak hanya menerima dividen rutin tetapi juga berpotensi mendapatkan capital gain. Pendekatan ini biasa dipilih oleh investor yang mengejar kebebasan finansial melalui pendapatan pasif berkelanjutan.
Baca juga: Strategi Investasi yang Tepat untuk Meningkatkan Kekayaan
Penutup
Saham dividen merupakan instrumen menarik bagi investor yang menginginkan pendapatan rutin dan stabilitas dalam portofolionya. Memahami apa itu saham dividen, mengetahui kapan pembagian dividen saham berlangsung, dan mempelajari bagaimana cara mendapatkan dividen saham adalah langkah penting untuk memaksimalkan potensi keuntungan.
Dengan strategi yang tepat, pemilihan emiten yang baik, serta disiplin dalam memperhatikan jadwal dividen, kamu sebagai investor bisa memperoleh aliran pendapatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai aset secara bertahap.